Hi, I am Agsn!

Ini catatan kecil seorang pelajar GoBlog
Isinya random dan biasa aja sih
Lihat-lihat aja dulu



Akhirnya setelah 9 hari sejak film Say I Love You dirilis di bioskop, aku bisa menuliskan apa yang bisa aku tulis yang informasinya atau ceritanya ini dari si karakter utamanya di dalam film tersebut, Sheren,. Dia adalah alumni SMA Selamat Pagi Indonesia.

Film Say I Love You ini terinspirasi dari kisah nyata kehidupan di SMA Selamat Pagi Indonesia. Di film ini sosok Sheren diperankan oleh artis cewek muda, cantik, manis, gemesin serta penuh talenta. Yaitu Dinda Hauw. Pada tau kan Dinda Hauw? Dinda Hauw loh ini, tau dong!

Cantik loh! 😘
          
photo: google image
Saat menikmati cendol dawet


photo: google image
Wah bersama bodyguard-nya hihi

photo: google image
Rambut pendek sama senyumnya itu loh :)

Sheren dulunya adalah dari keluarga berkecukupan lengkap dengan 4 bersaudara. Namun semua berubah ketika ayahnya meninggal dunia karena kecelakaan sepeda motor saat menjemput Sheren pulang dari mengikuti perlombaan. Padahal pada saat itu dia pingin sekali menunjukkan prestasinya yang berhasil menjadi juara pertama di perlombaan yang diikuti tersebut.

Disitu Sheren sangat bersedih, dia kecewa kepada Tuhan yang tidak adil karena telah mengambil ayahnya pada saat itu. Sheren bingung akan masa depannya. Bagaimana biaya untuk sekolahnya, sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Kemudian Sheren mendapat info dan ditawari sebuah sekolah tanpa biaya. Saat itu juga dia langsung datang ke SMA Selamat Pagi Indonesia.

Di SMA Selamat Pagi Indonesia, Sheren mengalami life-changing moment yang mengubah pola pikirnya. Berawal saat dia dipanggil oleh mentor di SMA Selamat Pagi Indonesia, dan ditanya mau tidak untuk memimpin show – sebuah divisi di SMA Selamat Pagi Indonesia – yang itu adalah pertama kalinya buat Sheren dan SMA Selamat Pagi Indonesia.

Karena Sheren tidak memiliki basic apapun tentang tarian, pertunjukan, dan faktor pendukung lainnya dia pun bilang kalau tidak bisa. Tapi apa yang mentor bilang? Si mentor bilang ke Sheren kalau bukan bisa atau tidak, tapi kamu mau atau tidak. Dengan penuh meyakinkan dan tegas.

Hal itu membuat Sheren menjadi yakin akan bisa memaksimalkan kemampuan dirinya sendiri dan meng-iya-kan pertanyaan tersebut. Setelah itu Sheren dan teman-temannya langsung belajar dari youtube, dari tutorial-tutorial, dan perjuangan untuk memaksimalkan apa yang ada serta kepercayaan untuk berbuat sesuatu yang lebih. Show tersebut terus bertumbuh dan berproses sampai dengan sekarang SMA Selamat Pagi Indonesia mempunyai sebuah show yang namanya Blaze of Glory.
          
Salah satu poster show nya

Sheren juga punya momen tersulit dan ter-mengharukan saat menjadi siswa di SMA Selamat Pagi Indonesia. Dimana saat Sheren dan teman-temannya melanggar salah satu aturan sekolah. Aturan di SMA Selamat Pagi Indonesia adalah tidak boleh mencuri, tidak boleh pacaran dan tidak boleh pindah agama.

Karena melanggar Sheren dan teman-temannya didudukkan di sebuah hall oleh sang founder sekaligus mentor SMA Selamat Pagi Indonesia bersama dengan tim intinya sang founder. Tidak dimarahi, sang founder malah keliling memberikan bungkusan makanan dan menyuapi ke setiap siswanya. Sheren dan teman-temannya nangis sejadi-jadinya disitu. Karena sikap sang founder yang malah memberikan hatinya kepada siswanya yang telah berbuat salah melanggar aturan. Hal itu membuat Sheren dan teman-temannya bertransformasi menjadi lebih baik lagi.

Aku nggak bisa lagi menuliskannya. Sudah kehabisan kata-kata buat menuliskan cerita inspiratifnya. Ku cukupkan saja ya!

Ohiya, ini aku sematkan video kalau mau nonton trailer Say I Love You Movie. Kalau mau nonton full filmnya ke bioskop dong! Kalo belum turun tayang sih, semoga aja belum 😄




-SEEYOUU
When I See You (*)

Dibalik Say I Love You Movie


photo by kuliner jogja indonesia


Nasi goreng saat perut lapar pada malam hari adalah pilihan tepat. Aruna dan lidahnya aja sampai ke Pontianak buat nyari nasi goreng. Aku diajak salah seorang teman –sesama jomblo— mencari makan malam yang harga kantong mahasiswa rantau, enak, porsinya banyak. Pasti dong, ya! Anak rantau gitu loh, apalagi masih seorang pelajar yang title ‘sobat misqueen’ nya masih belum luntur 🤣🤣

Berkat hobi berscroll ria di aplikasi Go-jek dengan fitur Go-Food nya aku jadi punya referensi bagus tentang apa yang sedang ku cari saat ini.

NASI GORENG  2 1 2


Tepatnya Nasi Goreng 212 cabang Godean. Lokasi persisnya ada di jalan Godean KM 4,5 Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Selain di Godean setahuku ada beberapa cabang Nasgor 212 di Yogyakarta, yaitu di daerah Selokan Mataram dan Jakal.

Kedai Nasi Goreng 212 yang ada di Godean ini terbilang unik dengan bangunan yang tidak luas-luas banget. Ruangnya disekat menjadi tiga bagian, dimana ruang depan ,teras, sebagai ruang tunggu mas-mas ojek online yang sedang menunggu pesanan dan untuk yang take away hanya ada beberapa meja.
          
photo: google local guide
Tampak depan

Ruang dalam yang lebih banyak menampung pengunjung terkesan vintage dengan aksen anyaman bambu ditembok dengan dominan warna hijau pastel dan putih. Selain itu  hal unik lainnya, kaki meja yang dibikin dari kaki mesin jahit kayuh kuno.

Ada satu ruangan lagi yang unik. Ruangan ketiga yang diberi nama 'Ruang Manten' ini lebih private dan intim, cocok buat berdua untuk dinner dan mengobrolkan sambatan bersama pacar maupun gebetan.
          
Suasana ruangan dalam

   
Kaki meja bekas mesin jahit


photo: google local guide
Ruang manten

Melihat menu-menu yang ada di Nasi Goreng 212, ternyata mereka punya banyak banget pilihan menunya. Baik menu makanan maupun menu minuman yang itu semua cocok untuk segala generasi tua, muda, maupun anak-anak. 


Apalagi harganya sangat terjangkau, dengan IDR 5.000 bisa menikmati seporsi nasi goreng sera. Level kepedasannya bisa milih sendiri dari level 1 sampai level 9, porsinya juga bisa request mau porsi standar atau porsi jumbo. Berikut beberapa menu yang aku dan temanku coba:

Nasgor Komplit (porsi standar)

Ini pesanan temanku.  Nasi Goreng Komplit level 1 dengan tambahan rempelo ati. Di seporsi nasi goreng komplit ini sendiri sudah ada telur dadarnya, tapi kalau mau nambah topping sendiri bisa. Aku sempat mencicipi satu sendok. Nikmat parah! 

Pedas gurih dan rasa manis kecap komposisinya pas. Nasinya juga nggak terlalu lembek dan nggak terlalu kering. Porsinya juga tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit.
          
Nasi goreng komplit


Nasgor Ikan Asin (porsi standar)

Yang ini adalah pesananku. Nasi Goreng Ikan Asin level 1 porsi standar.  Di sepiring menu ini ada krupuk udang dan timun. Serta ikan teri bercampur dengan nasi gorengnya. Satu sendok pertama aku langsung dibikin kaget dengan rasanya. Uenakk byanget!

Aku suka rasa asin gurihnya bercampur dengan pedas yang ukur-ukur, harusnya aku pake yang level 3 atau atasnya kali ya biar pedasnya greget. Porsinya juga mengenyangkan perutku, rasanya bikin nagih. Lagi... 
          
Nasi goreng ikan asin


Nasi Goreng 212 bisa jadi referensi tempat makan kamu bersama teman-teman maupun keluarga. Karena tempatnya dan harganya bikin nyaman dikantong. Menunya komplit, cocok untuk anak-anak sampai orang dewasa. Bahkan ada beberapa jenis jamu juga. Cuma sayangnya cahayanya remang-remang jadi buat foto-foto makanan kurang bagus.

Ohiya! Kalau kamu datang kesini saat hujan dan pesan untuk makan ditempat, akan dapat secangkir kopi gratissssss loh


NASI GORENG 212
Jl. Godean KM 4.5, Nogotirto, Gamping, Sleman, DIY.

Jam Operasional: 10.00 – 22.30 WIB
Instagram: @nasgor212




-SEEYOUU
When I See You (*)

Nasi Goreng 212




Monumen Simpang Lima Gumul – Ikon Kediri yang memiliki bentuk unik

Monumen ikonik ini terletak di pusat pertemuan lima jalan yang mengarah ke Kediri Kota, Pare, Menang, Pesantren dan Plosoklaten. Sekilas bentuknya mirip dengan Arc de Triomphe, monumen yang terkenal di Paris, Prancis. Makna dibaliknya tentu berbeda, jika Arc de Triomphe dibangun untuk menghormati pejuang dalam Revolusi Prancis sementara Monumen Simpang Lima Gumul untuk menandai semangat serta lambang kejayaan Kabupaten Kediri.

Luas area Simpang Lima Gumul ini 804 meter persegi dengan tinggi bangunan 25 meter. Memiliki 6 lantai yang ditumpu 3 tangga setinggi 3 meter dari lantai dasar. Eits..!! Angka-angka tersebut tidak asal loh, melainkan mencerminkan hari jadi Kabupaten Kediri pada 25 Maret 804 Masehi.

Pernah juga aku mendengar info dari mulut ke mulut, kalau monumen Simpang Lima Gumul ini tepat berdiri di tengah-tengah wilayah Kediri dari semua sisi.
          
photo: google image
Monumen Simpang Lima Gumul birdeye view

Pada dinding monumen Simpang Lima Gumul dihiasi relief-relief yang bercerita mengenai kehidupan masyarakat, kesenian dan kebudayaan Kediri pada zaman dahulu.

Selain itu di setiap sudut monumen yang berbentuk kotak ini juga ada arca Ganesha, salah satu dewa dengan gelar Dewa Pengetahuan dan Kecerdasan, Dewa Pelindung, Dewa Penolak Bala dan Dewa Kebijaksanaan.
          
Relief relief bercerita

photo: google image
Arca Ganesha penjaga tiap sudut monumen

Kemudian untuk menuju ke bangunan utama Monumen Simpang Lima Gumul, dari tempat parkir kita harus melewati lorong bawah tanah sepanjang +/- 50 meteran. Bukan cuma satu, ada tiga akses jalan bawah tanah yang bisa dilalui.

Sepanjang lorong bawah tanah tersebut juga terpajang foto-foto tentang sejarah Kediri dan bangun-bangunan serta landmark Kediri yang diframing dengan apik. Termasuk kondisi saat terjadi letusan Gunung Kelud, 14 Februari 2014 silam.
          
photo: google image
Lorong menuju monumen

photo: google image
Foto-foto bangunan bersejarah di Kediri 

Mau cari tau sendiri seperti apa cerita dan sejarah Kediri yang digambarkan di monumen Simpang Lima Gumul ini?

Ayo main ke Kediri...!!

Kalau mampir kesini waktu yang bagus itu pada sore hari menjelang petang. Cahayanya pas buat foto-foto. Seperti ini hasil potret dan landscape.

potret

landscape



-SEEYOUU
When I See You (*)

Simpang Lima Gumul Penuh Makna




Bulan syawal gini, masih kerasa suasana-suasana mudik liburan yaaa, dan pas banget sekalian juga mau share tentang gethuk pisang. Soalnya teman-teman rantauku pada kayak kurang tertarik gitu kalau aku makan ini. iih apasih itu kok bentuknya gitu, warnanya juga ngga memikat.

Siapa sih kalau mudik terus balik ke perantauan tidak membawa oleh-oleh khas kampung halamannya? Pasti bawa dong!

Kalau aku nih, pas di Kediri selalu ogah-ogahan nyicipi makanan khasnya–salah satunya gethuk pisang—seperti baru lihat wujud makanannya aja langsung  kenyang, tapi ntar kalau sudah di tanah rantau bawaannya pingin terus ngemilin gethuk pisang.

Sudah tau Gethuk Pisang?

Makanan tradisional ini sejenis gethuk yang terbuat dari bahan dasar pisang. Konon katanya, Gethuk Pisang merupakan makanan tradisional yang sudah ada sejak dahulu kala dan warisan turun temurun oleh masyarakat Kediri. Keistimewaan gethuk pisang ini, pisang yang digunakan sebagai bahan dasarnya merupakan pisang jenis khusus yaitu raja nangka. Selain itu juga dibungkus dengan daun pisang, sehingga mempunyai cita rasa dan aroma yang sangat khas.
          
Penampakan Gethuk Pisang

Saat teman-teman rantauku melihat aku menikmati Gethuk Pisang ini mereka pada penasaran. Memang tampilan dari makanan ini agak kurang menarik bagi yang pertama ngelihat. Soalnya warnanya yang kecoklatan memang tidak menarik banget. Malah dikiranya itu sosis 😁

Tapi kalau sudah tau rasanya, lidahmu cocok dan perutmu lapar, Wahhh bisa nagih terus, nggak mau berhenti!!! Karena ke-khas-an citarasanya

Cita Rasa Gethuk Pisang

Perpaduan rasa manis dan asam yang sangat khas dari pisangnya memberikan cita rasa tersendiri. Juga karena dibungkus dengan daun pisang jadi memberikan sensasi tersendiri saat menyantapnya. Gethuk Pisang ini sehat untuk dikonsumsi karena bahannya sangat alami dan tanpa bahan pengawet sedikitpun. Jika dalam kondisi normal, suhu ruangan, Gethuk Pisang bisa bertahan sampai 2 hari. Namun bila disimpan di kulkas bisa bertahan lebih lama, sampai 7 hari.

Selain dinikmati langsung, kemarin aku baru saja mendapat cara baru menikmati Gethuk Pisang. Ini berkat saran dari teman juga sih, dan iseng aku coba. Ternyataaaa lebih maknyussss!! 😋😋

Caranya dengan mengiris tipis-tipis, tapi jangan terlalu tipis banget, lalu menggorengnya dengan minyak panas yang jernih. Jangan pakai jelantah. Goreng sampai Gethuk Pisang kering. Nanti warnanya akan berubah kayak gosong gitu tapi bukan gosong. Kalau sudah angkat dari penggorengan dan tiriskan. Dinikmati dalam keadaan hangat lebih nikmat. Coba aja!

          
Kalau goreng sampai tenggelam, jangan pelit minyak

Tiriskan biar atus

Siap disantap

Cara alternatif menikmati Gethuk Pisang. Warnanya ngga ada menarik-menariknya kan? Tapi coba rasain dulu citarasanya.
Don't judge the book by its cover! 


-SEEYOUU
When I See You (*)

Lezat! Tulisan tentang Gethuk Pisang




Bukber – Mengakrabkan kembali, meniti mimpi, tidak sekedar selfie.

Berbeda dengan bukber tahun-tahun sebelumnya yang bukber sendiri, Alhamdulillah aku dan teman-teman Orbital a.k.a ORB 45 tahun ini berbuka bersama adik-adik dari Panti Asuhan Mutiara Gemilang. Awalnya aku pikir cuma wacana aja, tapi beruntung punya teman-teman yang tanggap dan solid kayak gini.

Masih ingat akan slogan di bendera kejayaan pas meeting class berwarna hitam dengan tinta emas yang ntah sekarang dimana keberadaannya.

“Only God Can Stop Us!”
          
Formasi kurang ORB 45

Jumat sore minggu terakhir Ramadan 1440 hijriah kemarin bukti nyatanya. Orbital sukses mengadakan Bukan Buka Biasa bersama adik-adik Panti Asuhan Mutiara Gemilang. Aku dan teman-teman berkumpul untuk mematangkan acaranya semalam sebelum hari H. Setelah sebelumnya cuma diskusi online, karena kita berada di kota perantauan masing-masing.

Paginya, beberapa dari teman-teman Orbital sudah ada yang berkumpul untuk mempersiapkan segala sesuatunya di vanue, rumahnya Ajiz. Termasuk doorprize yang akan dibagikan ke adik-adik, gladi resik biar acaranya lancar, dan menyiapkan segala donasi yang masuk.

Orbital juga open donasi untuk Panti Asuhan Mutiara Gemilang. Saat kita open donasi, masyaAllah tidak menduga banyak donasi yang masuk ke kita lewat Bukan Buka Bersama. Alhamdulillah, semua sudah tersampaikan ke yang berhak. Terimakasih para donatur. Terimakasih #orangbaik

Jumat, pukul 16.00 WIB adik-adik mulai berdatangan. Ada yang sendiri, ada yang datang berombongan, ada juga yang datang bersama pengurus Yayasan Panti Asuhan Mutiara Gemilang. Begitupun teman-teman Orbital yang lain, mulai berdatangan silih berganti.

Tidak lama adik-adik lengkap berjumlah 33 anak, Mbak Evi dan Mbak Azzah memperkenalkan diri serta membuka acara Bukan Buka Biasa dengan ceria penuh semangat. Setelah diberitahu kalau akan ada bagi-bagi hadiah dan nge-games mereka semua antusias dan tambah bersemangat. Dilanjutkan sambutan dari pengurus Yayasan Panti Asuhan Mutiara Gemilang, Bpk Umar.
          
Evi dan Azzah membuka acara

Sambutan Pengurus, Bpk Umar

Di acara mini games yang diisi dengan game-game berwawasan islam dan kebangsaan, mereka yang awalnya malu-malu untuk menunjuk tangan menjadi merebut untuk menjawab. Tidak hanya disitu, teman-teman Orbital juga memberi motivasi dan semangat belajar mengenai masa depan serta mengajak untuk berani menuliskan mimpi-mimpinya di kertas pembawa mimpi.

Disaat Mbak Evi dan Mbak Azzah meminta salah satu dari mereka untuk berani membacakan mimpinya di depan-depan teman-temannya, pada malu-malu. Namun, setelah mengetahui diberi hadiah pada berebut kemudian. 😄😄
          
mendengarkan pertanyaan

Berebut menjawab

Mini games
Memotivasi untuk semangat belajar

Mengutarakan mimpi-mimpi

Menuliskan mimpinya di kertas mimpi

Menjalang azan magrib tiba, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh adik Kevin perwakilan dari Panti Asuhan Mutiara Gemilang. Suasana khusyu’ nampak saat adik-adik dan teman-teman Orbital meng-aamiin-kan doa-doa yang dipanjatkan adik Kevin.

Selesai berdoa bersama, tidak lama kemudian terdengar azan magrib sudah berkumandang. Bukan Buka Biasa hari itu ditutup dengan berbuka puasa bersama adik-adik Panti Asuhan Mutiara Gemilang, pengurusnya, dan teman-teman Orbital. Sekaligus santunan serta penyerahan donasi ke Yayasan Panti Asuhan Mutiara Gemilang.
          
Hadiah sudah ditangan

Siap berbuka

Terimakasih adik-adik


Rasanya. Senangnya. Gembiranya. Beda memang antara buka bersama tahun lalu yang cuma kita-kita aja, Orbital, dengan tahun ini bisa buka bersama mereka.

Benar-benar Bukan Buka Biasa.
Terimakasih adik-adik atas energinya. 



-SEEYOUU
When I See You (*)

Bukan Buka Biasa



Mudik – kegiatan perantau untuk kembali ke kampungnya

Yap! Tahun ini aku mudik dari Kota Pelajar menuju ke Kota Tahu Taqwa menggunakan kereta api. Jauh-jauh hari aku sudah memutuskan untuk memilih menggunakan moda transportasi ini, tapi menahan untuk reservasi. Disaat teman-temanku pada sikut-sikutan rebutan reservasi tiket demi mengamankan kursi, aku malah sekedar memantau.

Pengen aja mencoba keberuntungan dengan tiket go show 😁😁 

Hari selasa malam di minggu terakhir bulan Ramadan aku berangkat dari Godean menuju ke Stasiun Tugu Yogyakarta. Aku tidak sendiri, berangkat ke stasiun bertujuh bareng teman-teman, soalnya sekalian ngupi di Kopi Joss Tugu yang dulu sempet tertunda dan beralih nge-teh di kedai sinau.

Sekitar pukul 23:00WIB sampai di lokasi, area stasiun. Disaat teman-teman nyari tempat dan memesan kopi, aku mencoba mengecek jadwal keberangkatan kereta yang mungkin aku naiki ke loket stasiun. Ternyata ada Malabar keberangkatan pukul 00:00WIB dan Gajayana keberangkatan pukul 02:00WIB. Aku pilih Gajayana saja soalnya Malabar terlalu mepet jamnya. Kan mau ngupi dulu sama teman-teman sebelum pulang ke kampung masing-masing untuk lebaran.

Aku serahkan e-KTP kepada petugas loket, kemudian dibacakannya rincian tiketku

“Kereta Gajayana, stasiun tujuan Kediri, pukul 02:00WIB, ya”

“Iya betul” responku

“150Ribu” wuhhh hemat banyak hihihi. Setahuku kan harganya 460ribu-an, kalau tidak salah.

Tiket sudah ditangan. Aku kempali ke Kopi Joss untuk melanjutkan ngupi bersama teman-teman disana. Bercanda dan bercerita.

          
Tepat pukul 01:00WIB, kita berpisahan. Teman-teman kembali ke Godean, aku ke stasiun untuk check-in. Selesai itu langsung masuk stasiun, aku menunggu kedatangan Gajayana di bangku-bangku ruang tunggu stasiun. Ternyata banyak juga di jam segini yang menunggu-nunggu kedatangan kereta eksekutif ini.
          
tiket sudah ditangan

Ohiya, kereta api Gajayana adalah kereta Gambir – Malang PP. Dan merupakan kereta yang rangkaiannya eksekutif semua namun dirangkaian kali ini ada satu gerbong kereta luxury, iya yang kereta sleeper itu loh. Di gerbong luxurynya pakai generasi ke- 2 yang baru.
          
Gerbong yang aku naiki
Kereta berkode K10 17 09 ML yang artinya gerbong Eksekutif yang ditarik lokomotif mulai beroperasi pada tahun 2017 dengan nomor urut dinas 09 milik dipo Malang. Dengan fasilitas di dalamnya yaitu bantal, footrest, AC nya dingin banget, mode malam, lampu baca, tirai yang ditarik dari atas, stop kontak, reclining seat dan mbak-mbak prami yang ramah menawari ku selimut. EHE
          
night mode

lampu baca

Dingin bbrrr 23 derajat 

Karena kenyamanannya, lepas stasiun Klaten aku terlelap. Bangun-bangun lihat jam di gawaiku menunjukkan pukul 03:15 WIB, tidak berselang lama mbak-mbak prami membawa kotak dan kardus air mineral. Ternyata lagi membagikan makanan sahur.

TERIMAKASIH KAI! Dengan 150.000,- aku dapat fasilitas yang nyaman, dikasih makan sahur lagi.
          
Makan sahur diatas Gajayana
Selesai menyantap makan sahur. Tidak lama kemudian sampai di stasiun Madiun, kurang lebih pukul 04:18WIB. Subuh dulu…

Pukul 04:32WIB lepas stasiun Madiun aku tidak bisa tidur lagi. Akhirnya jalan-jalan ke gerbong lain dan ke toiletnya. Toiletnya bersih. Airnya lancar, closet berfungsi dengan baik, ada tissu, tempat sampah, cermin super gede, sabun cair, dan westafel.
          
pintunya dobel

jangan lupa ngancingnya juga 2 kali

ini pakai toilet duduk ya

lengkap dengan kaca besar

Selesai itu, aku kembali ke tempat duduk memandangi keluar melalui jendela kacanya yang lebar, jadi viewnya luas banget. Nampak matahari mulai mengeluarkan sinarnya dan masuk Jawa Timur disambut dengan hamparan hijaunya sawah lengkap dengan petaninya yang mulai beraktivitas.
         
Segerrr
Tepat 06:19WIB, kereta api Gajayana sampai di Stasiun Kediri. Telat 3 menit dari jadwal sih. Turun dari kereta aku disambut hawa segar dan suhu dinginnya pagi kota Kediri. Akhirnya…


-SEEYOUU
When I See You (*)

Naik Gajayana 150 Ribu Saja